Doa
0 komentar Selasa, September 09, 2008

DO’A BANGUN TIDUR



‘Segala puji bagi Allah, yang membangunkan kami setelah ditidurkanNya dan kepadaNya kami dibangitkan’ [HR. Al-Bukhari]
DO’A MASUK WC

[بِسْمِ اللهِ] اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْخُبُثِ وَالْخَبَائِثِ.

“Dengan nama Allah. Ya Allah, se-sungguhnya aku berlindung kepadaMu dari godaan setan laki-laki dan perempua”’ [HR. Al-Bukhari]

DO’A KELUAR DARI WC


“Aku minta ampun kepadaMu”[HR. Seluruh penyusun kitab Sunan, kecuali An-Nasai]

دُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُاَلْحَمْوْرِ غُفْرَانَك



Read More..
0 komentar Kamis, September 04, 2008

1. Keutamaan Bulan Ramadhan

(Diringkas dari Sifat Saum An Nabi karya Syeikh Saalim bin ‘Ied Al Hilaliy dan Syeikh Ali Hasan Ali Abdil Hamid, cetakan keenam tahun 1417 H -1997 M, penerbit Al Maktabah Al Islamiyah, Amaan, Yordania hal 18-20)
Sangat jelas dan gamlang keutamaan Ramadhan dibanding bulan lainnya, namun kiranya masih perlu dipaparkan secara ringkas keutamaannya sebagai motivator semangat kaum muslimin beramal sholeh padanya. Diantara keutamaan tersebut adalah:

a. Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan tersebut sebagaimana firman Allah:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْءَانُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, hendaklah dia berpuasa.” (Surat Al Baqarah ayat 185)
Dalam ayat di atas, bulan Ramadhan dinyatakan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an, lalu pernyataan tersebut diikuti dengan perintah yang dimulai dengan huruf ف -yang berfungsi menunjukkan makna ‘alasan dan sebab’- dalam firmanNya:

فََمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ.
Hal itu menunjukkan bahwa sebab pemilihan bulan Ramadhan sebagai bulan puasa adalah karena Al-Qur’an diturunkan pada bulan tersebut.
b. Dalam bulan ini, para setan dibelenggu, pintu neraka ditutup, dan pintu surga dibuka sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا جَاءَ رَمَضانُ فُتِحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النِيْرَانِ، وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِيْنُ

“Jika datang bulan Ramadhan dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta dibelenggu para setan.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)


Oleh karena itu, kita dapati dalam bulan ini sedikit terjadi kejahatan dan kerusakan di bumi karena sibuknya kaum muslimin dengan berpuasa dan membaca Al-Qur’an serta ibadah-ibadah yang lainnya; dan juga dibelenggunya para setan pada bulan tersebut.
c. Di dalamnya terdapat satu malam yang dinamakan Lailatul Qadar, satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan sebagaimana yang dijelaskan dalam surat al-Qadr.

إِ نَّآ أَنْزَلْنَهُ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَآ أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌمِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ تَنَزَّلُ الْمَلَئِكَةُ وَالرُّوْحُ فِيْهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِّنْ كُلِّ أَمْرٍ سَلاَمٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Rabbnya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.” (Surat Al Qadr ayat: 1-5)
Melihat keutamaan-keutamaan ini tentunya membuat seorang muslim lebih bersemangat dalam menyambutnya dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin menjelang datangnya bulan tersebut.
2. Persiapan Menghadapi Ramadhan
Diantara yang harus dipersiapkan seorang muslim dalam menyambut kedatangan bulan yang mulia ini adalah:
a. Menghitung Bulan Sya’ban
Salah satu bentuk persiapan dalam menghadapi Ramadhan yang seharusnya dilakukan oleh kaum muslimin adalah menghitung bulan Sya’ban, karena satu bulan dalam hitungan Islam adalah 29 hari atau 30 hari sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Ibnu Umar, beliau bersabda:

الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُوْنَ لَيْلَةً، فَلا َتَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْنَ

“Satu bulan itu 29 malam. Maka jangan berpuasa sampai kalian melihatnya. Jika kalian terhalang (dari melihatnya), maka genapkanlah 30 hari.” (Riwayat al-Bukhari)
Maka tidaklah kita berpuasa sampai kita melihat hilal (tanda masuknya bulan). Oleh karena itu, untuk menentukan kapan masuk Ramadhan diperlukan pengetahuan hitungan bulan Sya’ban.
b. Melihat hilal Ramadhan (Ru’yah)

Untuk menentukan permulaan bulan Ramadhan diperintahkan untuk melihat hilal, dan itulah satu-satunya cara yang disyariatkan dalam Islam sebagaimana yang dijelaskan oleh an-Nawawi dalam al-Majmu’ (6/289-290) dan oleh Ibnu Qudamah dalam Al-Mughniy (3/27). Dan ini adalah pendapat Ibnu Taimiyah yang berkata, “Kita sudah mengetahui dengan pasti bahwa termasuk dalam agama Islam beramal dengan melihat hilal puasa, haji, atau iddah (masa menunggu), atau yang lainnya dari hukum-hukum yang berhubungan dengan hilal. Adapun pengambilannya dengan cara mengambil berita orang yang menghitungnya dengan hisab, baik dia melihatnya atau tidak, maka tidak boleh.” (Lihat: Majmu’ al-Fatawa 25/132)
Kemudian perkataan beliau ini merupakan kesepakatan kaum muslimin. Sedang munculnya masalah bersandar dengan hisab dalam hal ini baru terjadi pada sebagian ulama setelah tahun 300-an. Mereka mengatakan bahwa jikalau terjadi mendung (sehingga hilal tertutup) boleh bagi orang yang mampu menghitung hisab untuk beramal dengan hisabnya itu hanya untuk dirinya sendiri. Jika hisab itu menunjukkan ru’yah, maka dia berpuasa, dan jika tidak, maka tidak boleh. (Lihat: Majmu’ al-Fatawa 25/133). Lalu, bagaimana keadaan kita sekarang ?
Adapun dalil tentang kewajiban menentukan permulaan bulan Ramadhan dengan melihat hilal sangat banyak, di antaranya adalah:

1. Hadits Ibnu Umar terdahulu.

الشَّهْرُ تِسْعٌ وَعِشْرُوْنَ لَيْلَةً، فَلا َتَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوْهُ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا الْعِدَّةَ ثَلاَثِيْنَ

“Satu bulan itu 29 malam. Maka jangan berpuasa sampai kalian melihatnya. Jika kalian terhalang (dari melihatnya), maka genapkanlah 30 hari.” (Riwayat al-Bukhari)
2. Hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu. Beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَ أَفْطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ، فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوْا شَعْبَانَ ثَلاَثِيْنَ

“Berpuasalah kalian karena melihatnya dan berbukalah kalian (untuk idul fithri) karena melihatnya. Jika (hilal) tertutup oleh mendung, maka sempurnakanlah Sya’ban 30 hari.” (Riwayat al-Bukhari dan Muslim)
3. Hadits ‘Adi bin Hatim radhiallahu’anhu, beliau berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فَصُوْمُوْا ثَلاَثِيْنَ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا الْهِلاَلَ قَبْلَ ذَلِكَ

“Jika datang Ramadhan maka berpuasalah 30 hari kecuali kalian telah melihat hilal sebelumnya.” (Riwayat ath-Thahawy dan ath-Thabrany dalam al-Kabir 17/171, dan dihasankan Syaikh al-Albany dalam Irwa’ al-Ghalil nomor hadits 901)
Penentuan bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal dapat ditetapkan dengan persaksian seorang Muslim yang adil sebagaimana yang dikatakan Ibnu Umar radhiallahu’anhu:

تراءى الناس الهلال فأخبرت النبي صلى الله عليه و سلم أني رأ يته فصام وأمر الناس بصيامه

“Manusia sedang mencari hilal, lalu aku khabarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihatnya maka beliau berpuasa dan memerintahkan manuasia untuk berpuasa.” (Riwayat Abu Dawud, ad-Darimy, Ibnu Hibban, al-Hakim, dan al-Baihaqy)
c. Puasa pada Hari yang Diragukan
Berpuasa pada hari yang diragukan, apakah sudah masuk bulan Ramadhan atau belum, adalah terlarang sebagaimana di sebutkan dalam hadits Abu Hurairah radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تُقَدِّمُوْا رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلاَّ رَجُلاً يَصُوْمُ صَوْمًا فَلْيَصُمْهُ

“Janganlah mendahului puasa Ramadhan dengan puasa satu hari atau dua hari (sebelumnya), kecuali orang yang (sudah biasa) berpuasa satu puasa (yang tertentu), maka hendaklah dia berpuasa.” (Riwayat Muslim)

Read More..
0 komentar Kamis, Mei 08, 2008

Sudah hampir 3 bulan lebih saya menjalankan tugas sekolah untuk PRAKRIN,,banyak sekali pengalaman yang saya dapati disini,ditempat Prakrin saya,Disini saya mendapat ketrampilan baru,pengalaman baru,kebiasaan baru dan banyak lagi dan menurut saya itu perubahan yang baik untuk diri saya,,,

Saat ini udah 3 bulan 19 hari,,,dan kurang 11 hari lagi saya di tempat prakrin saya,Saya merasa senang karena akan bertemu teman-teman dan sahabat serta guru-guru yang saya sayangi,,,, Sekolah,,,,,,saya sudah kangen banget untuk cepat back to school ,,hehehe ...karena mungkin selama Prakrin ini saya jarang bahkan tidak pernah bertemu dengan mereka,,Kangen dengan tingkah laku mereka,kebiasaan kita kalo udah ngumpul,,serasa sekolah punya bapak masing-masing,,,,hahaha.....Tapi satu sisi lain saya juga sedih,,bagaimana tidak!!! sudah hampir 4 bulan saya disini,,dan saya juga mulai akrab dengan karyawan dan karyawati disini,,namun apa daya saya harus kembali lagi ke school karena memang begitu seharusnya,,masih ada satu tahun perjalanan saya untuk mencapai kata-kata LULUS sebagai tamatan seorang SMK,Karena sekarang saya duduk di bangku kelas 2,,dan mungkin setelah tibanya masa-masa Prakrin saya selesai,,Saya akan melepas atribut saya sebagai seorang siswa kelas 2 dan menaiki satu tingkat yang dimana saya juga harus belajar dengan giat serta tekun untuk kali ini,,,,


Saya sendiri merasa Takut untuk menemui tambahan pelajaran baru dan mengingat akan standar kelulusan yang sudah bisa dipastikan tiap tahunnya akan naik,,Harapan saya semoga nantinya Saya bisa meraih dan mencapai keinginan saya ,,,,,Amien....

Terlepas dari itu semua sekarang saya pun sedang sibuk-sibuknya membuat proposal sebagai salah satu syarat kenaikan kelas,,,,Huuuu...cukup susah dan nggak gampang tuk dikerjakan,,,,
musti putar balik otak,cari refrensi dari mana-mana,,Kadang dari media Internet terus dari buku-buku pelajaran,,,,Wah sibuk.....Saya bersyukur pula karena jauh hari saya sudah mempersiapkannya semua....Tinggal nanti akan dikoreksi ulang oleh guru pembimbing saya..

Untuk teman-teman saya yang mungkin belum membuat Proposal dan masih nyantai aja,,Duch..jangan dech..kalian bakal pusing sendiri nantinya,Apalagi kalau nggak mau cari tau+ nanya-nanya,Duch makin tambah ruwet tuch otak,,tapi tetap santai dan rileks,,kerjain aja sampai dirasa otak nggak bisa diputar lagi,,pokoknya buat Teman-Teman yang sama seperti saya yang sekarang sedang melaksanakan yang namanya Prakrin juga,,,,,Good Luck tuk pembuatan Proposalnya,,dan semoga berhasil.





Read More..
0 komentar Senin, Mei 05, 2008

Kira-kira peristiwa itu terjadi hari Kamis kemarin,saya tak punya firasat yang kurang berkenan atau apalah,,

Kamis itu,Saya bangun pagi dan dengan sesegera mungkin berbenah dan menyiapkan diri,,,,Hal itu merupakan kebiasaan yang harus dilaksanakan untuk berangkat menuju ke Tempat dimana saya lagi prakrin .Jam 08.00 lewat pagi itu saya berangkat,,Setelah itu dengan segera mengenakan sepatu dan dengan segeranya melangkahkan kaki dan berangkat ,saya berjalan ke depan gang dan menunggu sang angkot merah sarana transportasi saya berhenti,dan sebelum saya keluar gang rumah, ternyata ada angkot yang dengan siap dan setianya menunggu saya (bagai tangan bersambut) tanpa harus menanti berlama-lama ,,,,

Akhirnya dach nongol di depan gang,,enak yach kayak putri ditunggu ma supir pribadinya,,(gubrak,,,,,,,,) setelah dengan berapa langkah saya melangkah akhirnya sampe dech ke tujuan yaitu si angkot merah menyala dengan tujuan Pasar pagi-Bukuan dan dengan tulisannya taksi E,,,dibukakannya pintu oleh sang supir (sech gayanya kaya ratu sejagat..) setelah dengan segeranya naik naik,,angkot pun langsung berjalan,,angkot berjalan dengan agak pelan,,karena mungkin sang supir menunggu penumpang,,,


Setelah penumpang penuh dan mungkin sang angkot merah mempersiapkan diri untuk melaju ke medan perang karena setelah melewati suatu kecamatan yang bernamakan gotong royong akan melewati sang keajaiban yang memang ada dan kadang susah untuk menyapai ke puncaknya,,Meskipun tuch gunung nggak tinggi-tinggi amat kayak Gunung himalaya,,tapi,,

Cukup menyeratkan perasaan takut bin was-was,,setelah itu dengan meng-gas kuat kuat sang supir mengarahkan segala kemampuannya..1,2,3 Akhirnya melaju dengan sangat kencang,Namun sial karena ada truk yang lamban dan cukup memenuhi jalan karena mungkin membawa angkutan barang yang cukup banyak dan berat,Kemudian sudah berpikir apa,,Angkot itu termundur dengan tak terkendali,Namun beruntung karena sang Supir cekatan dan dengan segera,,,,Menurunkan dengan perlahan angkotnya,,,,,

Dan untung pula tak terjadi hal yang lebih parah dari semua itu,Untung pula tak Truk dibelangkang Angkot yang saya naikin bersama penumpang lain tidak menabrak kami,,apa jadinya kalo semua itu terjadi,,Wah nggak bisa dibayangkan.......

Akhirnya dengan sangat terpaksa dan malu supir tersebut menurunkan kami dibawah gunung,,Mungkin ada gurat kecewa kenapa angkotnya mengalami kerusakan,,Namun tak bisa disalahkan karena semua itu harus terjadi,,Semua penumpang pun merasa sock karena takut dan tidak bisa memajamkan mata melihat semua yang terjadi tadi,Untungnya tak ada yang terluka dan kenapa-kenapa dengan kejadian itu,Semua selamat


"Ya ALLAH terima kasih atas Lindungan-Mu kepada Hamba-Mu ini"

Read More..
0 komentar Rabu, April 09, 2008


Seolah seperti sang Kupu-Kupu senja,,,
Aku menanti dan terus menanti
Dan terus menanti,,,

      Dan menanti sang pilu memudar
      Serta menunggu terang menyongsong
      secercah cahaya remang di keheningan hati

Menanti sang hujan mereda
Serta Matahari menyongsong
Menerangi renung pilu
Kegalauan Hati

     Mengobati dan menyembuhkan luka terparah di kedalaman hati,,,,,,,,,,


Terkikis hati serupa selembar daun
Di cabik serta rusak dan tak berguna
seperti sembilu tajam
mengores hati terbalut perih


         Kapan mereka mengerti dan memahami
         Betapa hati seakan patah dan robek  
         Tersusun tak ada daya
         Tersambung tak ada guna
                                       
                          Mengharap sinar terang dalam kesakitan terdalam

Read More..
0 komentar Rabu, Maret 12, 2008


Sejarah

Langsung ke: navigasi, cari

Sejarah, dalam bahasa Indonesia dapat berarti riwayat kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal usul keturunan (terutama untuk raja-raja yang memerintah).

Umumnya sejarah dikenal sebagai informasi mengenai kejadian yang sudah lampau. Sebagai cabang ilmu pengetahuan, mempelajari sejarah berarti mempelajari dan menerjemahkan informasi dari catatan-catatan yang dibuat oleh orang perorang, keluarga, dan komunitas. Pengetahuan akan sejarah melingkupi: pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.

Dahulu, pembelajaran mengenai sejarah dikategorikan sebagai bagian dari Ilmu Budaya (Humaniora). Akan tetapi, di saat sekarang ini, Sejarah lebih sering dikategorikan sebagai Ilmu Sosial, terutama bila menyangkut perunutan sejarah secara kronologis.

Ilmu Sejarah mempelajari berbagai kejadian yang berhubungan dengan kemanusiaan di masa lalu. Sejarah dibagi ke dalam beberapa sub dan bagian khusus lainnya seperti kronologi, historiograf, genealogi, paleografi, dan kliometrik. Orang yang mengkhususkan diri mempelajari sejarah disebut sejarawan.

Ilmu Sejarah juga disebut sebagai Ilmu Tarikh atau Ilmu Babad.

Klasifikasi

Karena lingkup sejarah sangat besar, perlu klasifikasi yang baik untuk memudahkan penelitian. Bila beberapa penulis, seperti H. G. Wells, Will dan Ariel Durant, menulis sejarah dalam lingkup umum, kebanyakan ahli sejarah memiliki keahlian dan spesialisasi masing-masing.

Ada banyak cara untuk memilah informasi sejarah, misalnya:

* Berdasarkan kurun waktu (kronologis)
* Berdasarkan wilayah (geografis)
* Berdasarkan negara (nasional)
* Berdasarkan kelompok suku bangsa (etnis)
* Berdasarkan topik/pokok bahasan (topikal)

Banyak orang yang mengkritik Ilmu Sejarah. Menurut mereka sejarah sering kali terlalu terpaku pada kejadian-kejadian politik, konflik bersenjata, dan orang-orang terkenal. Sejarah, menurut mereka, kurang memperhatikan perubahan penting dalam hal pemikiran manusia, teknologi, serta kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat -- hal-hal yang sangat penting untuk diketahui pula. Akan tetapi, perkembangan Ilmu Sejarah sekarang ini semakin berusaha untuk memperbaikinya.

Catatan Sejarah

Ahli sejarah mendapatkan informasi mengenai masa lampau dari berbagai sumber, seperti catatan yang ditulis atau dicetak, mata uang atau benda bersejarah lainnya, bangunan dan monumen, serta dari wawancara (yang sering disebut sebagai "sejarah penceritaan", atau oral history dalam bahasa Inggris). Untuk sejarah moderen, sumber-sumber utama informasi sejarah adalah: foto, gambar bergerak (misalnya: film layar lebar), audio, dan rekaman video. Tidak semua sumber-sumber ini dapat digunakan untuk penelitian sejarah, karena tergantung pada periodeyang hendak diteliti atau dipelajari. Penelitian sejarah juga bergantung pada historiografi, atau cara pandang sejarah, yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Ada banyak alasan mengapa orang menyimpan dan menjaga catatan sejarah, termasuk: alasan administratif (misalnya: keperluan sensus, catatan pajak, dan catatan perdagangan), alasan politis (guna memberi pujian atau kritik pada pemimpin negara, politikus, atau orang-orang penting), alasan keagamaan, kesenian, pencapaian olah raga (misalnya: rekor Olimpiade), catatan keturunan (genealogi), catatan pribadi (misalnya surat-menyurat), dan hiburan.

Sejarah dan Pra-sejarah

Dulu, penelitian tentang sejarah terbatas pada penelitian atas catatan tertulis atau sejarah yang diceritakan. Akan tetapi, seiring dengan peningkatan jumlah akademik profesional serta pembentukan cabang ilmu pengetahuan yang baru sekitar abad ke-19 dan 20, terdapat pula informasi sejarah baru. Arkeologi, antropologi, dan cabang-cabang ilmu sosial lainnya terus memberikan informasi yang baru, serta menawarkan teori-teori baru tentang sejarah manusia. Banyak ahli sejarah yang bertanya: apakah cabang-cabang ilmu pengetahuan ini termasuk dalam ilmu sejarah, karena penelitian yang dilakukan tidak semata-mata atas catatan tertulis? Sebuah istilah baru, yaitu pra-sejarah, dikemukakan. Istilah "pra-sejarah" digunakan untuk mengelompokkan cabang ilmu pengetahuan yang meneliti periode sebelum ditemukannya catatan sejarah tertulis.

Pada abad ke-20, pemisahan antara sejarah dan pra-sejarah mempersulit penelitian. Ahli sejarah waktu itu mencoba meneliti lebih dar sekadar narasi sejarah politik yang biasa mereka gunakan. Mereka mencoba meneliti menggunakan pendekatan baru, seperti pendekatan sejarah ekonomi, sosial, dan budaya. Semuanya membutuhkan bermacam-macam sumber. Di samping itu, ahli pra-sejarah seperti Vere Gordon Childe menggunakan arkeologi untuk menjelaskan banyak kejadian-kejadian penting di tempat-tempat yang biasanya termasuk dalam lingkup sejarah (dan bukan pra-sejarah murni). Pemisahan seperti ini juga dikritik karena mengesampingkan beberapa peradaban, seperti yang ditemukan di Afrika Sub-Sahara dan di Amerika sebelum kedatangan Columbus.

Akhirnya, secara perlahan-lahan selama beberapa dekade belakangan ini, pemisahan antara sejarah dan pra-sejarah sebagian besar telah dihilangkan.

Sekarang, tidak ada yang tahu pasti kapan sejarah dimulai. Secara umum sejarah diketahui sebagai ilmu yang mempelajari apa saja yang diketahui tentang masa lalu umat manusia (walau sudah hampir tidak ada pemisahan antara sejarah dan pra-sejarah, ada bidang ilmu pengetahuan baru yang dikenal dengan Sejarah Besar). Kini sumber-sumber apa saja yang dapat digunakan untuk mengetahui tentang sesuatu yang terjadi di masa lampau (misalnya: sejarah penceritaan, linguistik, genetika, dan lain-lain), diterima sebagai sumber yang sah oleh kebanyakan ahli sejarah.


Etimologi

Kata "sejarah" secara harafiah berasal dari kata Arab (شجرة: šajaratun) yang artinya pohon. Dalam bahasa Arab sendiri sejarah disebut تاريخ (tarikh). Kata "tarikh" dalam bahasa Indonesia artinya kurang lebih adalah "waktu".


Historiografi

!Artikel utama untuk bagian ini adalah: Historiografi

Historiografi adalah adalah ilmu yang meneliti dan mengurai informasi sejarah berdasarkan sistem kepercayaan dan filsafat. Walau tentunya terdapat beberapa bias (pendapat subjektif) yang hakiki dalam semua penelitian yang bersifat historis (salah satu yang paling besar di antaranya adalah subjektivitas nasional), sejarah dapat dipelajari dari sudut pandang ideologis, misalnya: historiografi Marxisme.

Ada pula satu bentuk pengandaian sejarah (spekulasi mengenai sejarah) yang dikenal dengan sebutan "sejarah virtual" atau "sejarah kontra-faktual" (yaitu: cerita sejarah yang berlawanan -- atau kontra -- dengan fakta yang ada). Ada beberapa ahli sejarah yang menggunakan cara ini untuk mempelajari dan menjelajahi kemungkinan-kemungkinan yang ada apabila suatu kejadian tidak berlangsung atau malah sebaliknya berlangsung. Hal ini mirip dengan jenis cerita fiksi sejarah alternatif.


Metode Kajian Sejarah

Ahli-ahli sejarah terkemuka yang membantu mengembangkan metode kajian sejarah antara lain: Leopold von Ranke, Lewis Bernstein Namier, Geoffrey Rudolf Elton, G. M. Trevelyan, dan A. J. P. Taylor. Pada tahun 1960an, para ahli sejarah mulai meninggalkan narasi sejarah yang bersifat epik nasionalistik, dan memilih menggunakan narasi kronologis yang lebih realistik.

Ahli sejarah dari Perancis memperkenalkan metode sejarah kuantitatif. Metode ini menggunakan sejumlah besar data dan informasi untuk menelusuri kehidupan orang-orang dalam sejarah.

Ahli sejarah dari Amerika, terutama mereka yang terilhami zaman gerakan hak asasi dan sipil, berusaha untuk lebih mengikutsertakan kelompok-kelompok etnis, suku, ras, serta kelompok sosial dan ekonomi dalam kajian sejarahnya.

Dalam beberapa tahun kebelakangan ini, ilmuwan posmodernisme dengan keras mempertanyakan keabsahan dan perlu tidaknya dilakukan kajian sejarah. Menurut mereka, sejarah semata-mata hanyalah interpretasi pribadi dan subjektif atas sumber-sumber sejarah yang ada. Dalam bukunya yang berjudul In Defense of History (terj: Pembelaan akan Sejarah), Richard J. Evans, seorang profesor bidang sejarah moderen dari Univeritas Cambridge di Inggris, membela pentingnya pengkajian sejarah untuk masyarakat.

Belajar dari Sejarah

Sejarah adalah topik ilmu pengetahuan yang sangat menarik. Tak hanya itu, sejarah juga mengajarkan hal-hal yang sangat penting, terutama mengenai: keberhasilan dan kegagalan dari para pemimpin kita, sistem perekonomian yang pernah ada, bentuk-bentuk pemerintahan, dan hal-hal penting lainnya dalam kehidupan manusia sepanjang sejarah. Dari sejarah, kita dapat mempelajari apa saja yang mempengaruhi kemajuan dan kejatuhan sebuah negara atau sebuah peradaban. Kita juga dapat mempelajari latar belakang alasan kegiatan politik, pengaruh dari filsafat sosial, serta sudut pandang budaya dan teknologi yang bermacam-macam, sepanjang zaman.

Salah satu kutipan yang paling terkenal mengenai sejarah dan pentingnya kita belajar mengenai sejarah ditulis oleh seorang filsuf dari Spanyol, George Santayana. Katanya: "Mereka yang tidak mengenal masa lalunya, dikutuk untuk mengulanginya."

Filsuf dari Jerman, Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengemukakan dalam pemikirannya tentang sejarah: "Inilah yang diajarkan oleh sejarah dan pengalaman: bahwa manusia dan pemerintahan tidak pernah belajar apa pun dari sejarah atau prinsip-prinsip yang didapat darinya." Kalimat ini diulang kembali oleh negarawan dari Inggris Raya, Winston Churchill, katanya: "Satu-satunya hal yang kita pelajari dari sejarah adalah bahwa kita tidak benar-benar belajar darinya."

Winston Churchill, yang juga mantan jurnalis dan seorang penulis memoar yang berpengaruh, pernah pula berkata "Sejarah akan baik padaku, karena aku akan menulisnya." Tetapi sepertinya, ia bukan secara literal merujuk pada karya tulisnya, tetapi sekadar mengulang sebuah kutipan mengenai filsafat sejarah yang terkenal: "Sejarah ditulis oleh sang pemenang." Maksudnya, seringkali pemenang sebuah konflik kemanusiaan menjadi lebih berkuasa dari taklukannya. Oleh karena itu, ia lebih mampu untuk meninggalkan jejak sejarah -- dan pemelesetan fakta sejarah -- sesuai dengan apa yang mereka rasa benar.

Pandangan yang lain lagi menyatakan bahwa kekuatan sejarah sangatlah besar sehingga tidak mungkin dapat diubah oleh usaha manusia. Atau, walaupun mungkin ada yang dapat mengubah jalannya sejarah, orang-orang yang berkuasa biasanya terlalu dipusingkan oleh masalahnya sendiri sehingga gagal melihat gambaran secara keseluruhan.

Masih ada pandangan lain lagi yang menyatakan bahwa sejarah tidak pernah berulang, karena setiap kejadian sejarah adalah unik. Dalam hal ini, ada banyak faktor yang menyebabkan berlangsungnya suatu kejadian sejarah; tidak mungkin seluruh faktor ini muncul dan terulang lagi. Maka, pengetahuan yang telah dimiliki mengenai suatu kejadian di masa lampau tidak dapat secara sempurna diterapkan untuk kejadian di masa sekarang. Tetapi banyak yang menganggap bahwa pandangan ini tidak sepenuhnya benar, karena pelajaran sejarah tetap dapat dan harus diambil dari setiap kejadian sejarah. Apabila sebuah kesimpulan umum dapat dengan seksama diambil dari kejadian ini, maka kesimpulan ini dapat menjadi pelajaran yang penting. Misalnya: kinerja respon darurat bencana alam dapat terus dan harus ditingkatkan; walaupun setiap kejadian bencana alam memang, dengan sendirinya, unik.



Read More..
0 komentar Kamis, Maret 06, 2008


Bagi siapa aja yang berkunjung di blog saya,,Saya mau bertanya apakah arisan itu halal atau haram atau mungkin makhruh,,Jelaskan donk,,,,,,,,,,Kumohon tolong dijawaB............................



Read More..
0 komentar Selasa, Maret 04, 2008


Sekitar tanggal 28 Februari yang lalu ,Film yang bertajuk Ayat-Ayat Cinta yang diangkat dari sebuah Novel karangan dari Habiburrahman El Shirazi,Seorang Alumnus Universitas Al Azhar, Cairo serentak akan ditanyakan diseluruh Bioskop Indonesia,,Dan tak mau ketinggalan juga akhirnya saya pun dengan antuasiasnya ingin ikut menyambut kehadiran dan pemutaran film tersebut,,Namun sangat disayangkan ternyata saat itu

Tiket bioskopnya habis terjual dan saya pun tdak jadi menonton akhirnya.Bioskop yang hanya ada 1 di kota Samarinda yang terletak di Samarinda Centra Plaza (SCP) yang juga menjadi satu dengan Ramayana Mall yang terletak di jalan Pulau Irian Samarinda. Mungkin masyarakat pun penasaran untuk menontonnya,Studio 1 dan 2 yang dibuka pada
saat itu,mungkin tak cukup menampung rasa penasaran seluruh masyarakat,,,

Akhirnya saya memutuskan untuk menontonnya besok yaitu tangal 29 Februari 2008,,Ternyata untungnya saya bisa nonton dengan teman saya,,karena waktu itu hari Jum'at jadi harga tiket sekitar Rp.15.000,00/org,,Saya mengambil sekitar pukul 16.30 karena saya takut kemalaman karena durasi waktu sekitar 120 menit atau sekitar 2 jam,,


Saat itu selesai saya Prakrin,saya dengan lekas dan segera untuk pergi kesana,waktu itu pun saya dalam keadaan belum mandi(hehehe),,karena waktu yang tak mencukupi untuk pulang dan mandi,,sedangkan jarak rumah saya sekitar 1 jam.Apalagi belum nunggu penumpang angkotnya penuh mungkin bisa 1 jam lebih,maka saya memutuskan untuk langsung saja pergi kesana.Biar begitu saya menyiapkan parfum,biar belum mandi yang penting harum,,(hehehehe).

Setelah itu saya dengan teman saya dengan lekas segera ke sana,,Menunggu penonton bioskop bergiliran keluar dan masuk sesuai dengan jadwal jam yang sudah tertera,Akhirnya tak lama kemudian saya pun masuk dengan teman saya,Saya menempati kursi M,yang terletak kedua dari layar bioskop,,Weuhhhh,Ck,ck,ck sejujurnya saya nggak pingin duduk disini tapi ya udah lah emang rezekinya,Daripada ntar nggak nonton,,

Setelah iklan-iklan yang bermunculan selesai,Akhirnya tiba waktunya saya untuk menonton,Saya memperhatikan dengan seksama,,,Dari awal sech kayaknya bagus,,Eh nggak taunya kok alurnya makan nggak jelas,,

Banyak tokoh-tokoh yang dihilangkan disini,,terus ceritanya nggak sama persis dan apa yang saya gambarkan dari Novelnya yang terkesan nggak membuat orang yang melihat nggak bosan,Malah saya aneh ngeliat film ini nggak jelas banget,Kecuali udah baca novelnya sech pasti dach tau gimana kekurangannya,,Dan yang belum baca pasti cuma bisa pasrah aja,,

Dan di Filmnya lebih mengangkat masalah pologaminya,,Aneh pasti yang belum baca berpendapat pasti niech Film bercerita tentang Pologami,,Memang Novelnya seperti itu tapi masalah itu tidak terlalu diangkat,Seharusnya setelah Maria mengungkapkan dan bersaksi bahwa suaminya itu tidak bersalah dia langsung jatuh dan tak sadarkan diri,,baru setelah itu dia koma dan akhirnya meninggal,,Malah di Filmnya Alurnya jadi semerawut gitu,,

Sebenarnya Novelnya sudah begitu menakjubkan dan bagus,,Maap apabila saya sangat kecewa tapi tak mengurangi semua itu semoga Film Indonesia nantinya bisa lebih berjaya dan sukses,Dan tak ada niatan buruk sedikitpun disini saya hanya ingin mengucapkan keluh dan kesan serta kritik saya,Semoga nantinya dikedepoannya lebih baik lagi,Dan mohon maaf yang sebesar-besarnya.^_^


Read More..
0 komentar Jumat, Februari 29, 2008


Amanah,,Siapa yang mengerti apa itu Amanah? Meskipun bagi pembaca-pembaca yang mengerti dan tau benar apa Arti serta Makna sebuah Kata dari kata Amanah tersebut,Meskipun ini terkadang disepelekan dan tak terlalu diperdebatkan,,,,Saya akan ulas arti dari Amanah itu mengambil dari artikel,link dan arsip yang terpercaya dan bisa dipertanggung-jawabkan kebenarannya,Dan sekurang-kurangnya bisa menambah pengetahuan serta sebuah uraian kata renungan yang manakala mungkin kita sendiri melewatkan dan tidak mempraktek benar dan tidak menjunjung tinggi makna yang bisa bernilai lebih di Mata Sang Khalik,,,Masya Allah,,Amanah adalah salah satu Sifat Baginda Nabi Besar Muhammad SAW,,,setelah 3 sifat Nabi yang sejujurnya baik ditiru namun susah dilaksanakan dengan mudah,,,yaitu : Sidiq,Tabligh dan Fathonah.

Amanah adalah apa yang diberikan untuk menyampaikan,disampaikan dengan sebaik-baiknya tanpa mengurangi satu kata atau bahkan menambah satu kata atau lebih kata yang tidak pernah diucapkan oleh pemberi Amanah,,Amanah selalu disampaikan dan diberikan kepada orang yang dituju dari si pemberi Amanah kepada Orang yang diberi Amanah untuk menyampaikan bahkan memberikan yang sudah disampaikan.

Apabila saat ini banyak orang (tidak cuma orang kafir, bahkan kaum muslim sekalipun) yg memperdebatkan ajaran yg dibawa Rasululloh SAW, yg menyatakan bahwa Rasululloh SAW menyembunyikan atau berbuat curang dalam menyampaikan ajaran-Nya. Naudzubillah….jangan sampai kita termasuk orang2 yg berpikiran demikian (menganggap Rasululloh SAW berbuat curang).

Dengan demikian, Rasululloh SAW bukan termasuk orang yg sulit dipercaya.
Menjadi seorang yang Amanah itu susah dan tidak begitu gampang,,,,,,Melakukan yang Diamanahkan ke kita adalah sebuah janji yang harus ditepati,Dan jangan sekali-kali mengucapkan kamu sanggup untuk dibebankan dengan Amanah ,Apabila akhirnya kamu tidak mengerjakannya,,,,,,Maka dari itu laksanakanlah apa yang sudah diamanahkan ke Kamu walaupun hanya selembar kertas kusam yang harus disampaikan kepada seseorang,,,,,,


Read More..